ANIMASI DIGITAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA 0-5 TAHUN

  • Herry Garna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia
  • Vivi Virlonda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia
  • Roni Rowawi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Abstract

Stunting  merupakan  salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabel Z-score WHO. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama masalah stunting pada anak, salah satunya yaitu ketidakoptimalan praktik pemberian makan anak. Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pencegahan stunting melalui edukasi praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan rekomendasi WHO. Sebanyak 20 ibu yang memiliki anak Balita ikut dalam kegiatan sosialisasi. Metode pelaksanaan PKM yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan survei secara kuantitatif tentang pelaksanaan praktek pemberian yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut rekomendasi WHO. Hasil PKM menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mengikuti sosialisasi. Pemahaman ibu yang memiliki anak Balita tentang pencegahan stunting melalui pemberian makanan yang tepat dapat menurunkan risiko masalah stunting di Indonesia.

References

Almatsier. (2013). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka.
Kementerian kesehatan Republik Indonesia. (2017). Warta Kesmas: Gizi Investasi Masa Depan Bangsa. Warta Kesmas.
Kementerian kesehatan Republik Indonesia. (2018). Stunting. Warta Kesmas, 2. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Infodatin Situasi dan Analisis Gizi.
Millenium Challengen Account. (2013). Stunting dan Masa depan Indonesia. Www.Mca- Indonesia.Go.Id.
Rosha, B. C., Susilowati, A., Amaliah, N., & Permanasari, Y. (2020). Penyebab Langsung dan Tidak Langsung Stunting di Lima Kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor (Study Kualitatif Kohor Tumbuh Kembang Anak Tahun 2019). Buletin Penelitian Kesehatan, 48(3), 169ľ182. https://doi.org/10.22435/bpk.v48i3.3131
Ruswati, Leksono, A. W., Prameswary, D. K., Pembajeng, G. S., Inayah, Felix, J., Dini, M. S.
A., Rahmadina, N., Hadayna, S., Roroputri, T., Aprilia, Hermawati, E., & Ashanty. (2021). Risiko Penyebab Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat: Pengmaskesmas, 1(2), 34ľ38.
Sudargo, T. (2010). Pola Makan dan Obesitas. Gadjah Mada University Press.
Syarif, J. (2017). Sosialisasi Nilai-Nilai Kultural dalam Keluarga (Studi Perbandingan Sosial- Budaya Bangsa-Bangsa). Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 7(1).
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).
WHO. (2010). Indicators for Assessing Infant and Young Child Feeding Practices:Conclusions of a Consensus Meeting Held 6ľ8 November 2007 in Washington, D.C., USA, Part II: Measurement. World Health Organization.
World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. Https://Www.Who.Int/News/Item/19-11-2015-Stunting-in-a-Nutshell. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Published
2023-05-26
How to Cite
Garna, H., Virlonda, V., & Rowawi, R. (2023). ANIMASI DIGITAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA 0-5 TAHUN. Abdi Masada, 4(1), 70-76. Retrieved from http://abdimasada.stikesdhb.ac.id/index.php/AM/article/view/78
Section
Articles