PELATIHAN TEKNIK MEYUSUI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA BAGI KADER POSYANDU

  • Yanti Herawati STIKes Dharma Husada, Bandung

Abstract

Jumlah  kematian  balita  di  dunia  cukup  tinggi,  hampir  10  juta  balita  meninggal  setiap  tahunnya. Beberapa  faktor penyebab kematian  pada  balita  harus ditekan  dengan  pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, dimulai dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Sampai saat ini cakupan ASI Eksklusif dan   pelaksanaan   IMD   masih   rendah,   padahal   program   NASI   dan   IMD   Eksklusif   telah direkomendasikan  oleh  WHO  dan  UNICEF.  Rendahnya  cakupan  ini disebabkan  oleh  banyak  faktor antara  lain  masalah  dalam  proses  menyusui,  faktor  ekonomi  dan  dukungan  dari  lingkungan  sekitar, sosial  budaya,  perasaan  malu,  pekerjaan  dan  pelayanan  kesehatan  serta  kurangnya  atau  rendahnya tingkat  pengetahuan  masyarakat  tentang  ASI  eksklusif. Menyusui  secara  penuh  atau  eksklusif direkomendasikan   secara   internasional   oleh Organisasi  Kesehatan  Dunia.  Pemberian  ASI eksklusif  berarti  tidak  memberi  bayi  makanan atau  minuman  lain,  termasuk  air;  selain  ASI (obat-obatan  dan  vitamin  dan  mineral  tetes diizinkan).  Teknik pelatihan yang dilaksanakan dilakukan pada kader posyandu di wilayah Puskesmas kahuripan sebanyak 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahun setelah diberikan pelatihan

References

Bauer J, Gerss J (2011), Longitudinal analysis of macronutrients and minerals in human milk produced by mothers of preterm infants. Clin Nutr 30(2):215–220
Ginting, L. M. B., & Besral, B. (2020). Pemberian Asi Ekslusif dapat Menurunkan Risiko Obesitas pada Anak Balita. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1).
Hidayah, A., Siswanto, Y., & Pertiwi, K. D. (2021). Riwayat Pemberian MP-ASI dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 76-83.
Ihsani, Tien. (2011). Hubungan Promosi Susu Formula Dan Faktor Lainnya Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat Pada Tahun 2011. Skripsi. FKM UI. Depok. diakses di http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-12/20440621-S-PDF-Tien%20Ihsani.pdf
Kusumayanti dan Nindya. 2017. Hubungan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif di Daerah Perdesaan. Media Gizi Indonesia Vol. 12 No. 2 JuliDesember 2017: hlm. 98-106.
Ramadani, Merry dan Hadi, Ella Nurlaela. 2010. Dukungan Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang, Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4, No. 6, Juni 2010
Timporok, Anggania G.A. (2018). Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. Jurnal Keperawatan Universitas Sam Ratulangi. Manado. diakses di https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/19474/19025
World Health Organization. 2001.The World Health Organization's infant feeding recommendation diakses melalui https://www.who.int/nutrition/topics/infantfeeding_recommendation/en/ pada tanggal 10 Februari 2020
Sudargo, T., Aristasari, T., & ’Afifah, A. (2018). 1000 Hari Pertama Kehidupan. Gadjah Mada University Press.
Sulistyorini, C. I., Pebriyanti, S., & Proverawati, A. (2010). Posyandu dan Desa Siaga. Nuha Medika.
Published
2022-05-17
Section
Articles