PEMERIKSAAN KELAINAN REFRAKSI MENGGUNAKAN TENTATIF KOREKSI DAN AUTOREFRAKTOMETER
Abstract
Optometri Komunitas adalah cabang optometri yang berorientasi pada kesehatan masyarakat paripurna (promotif, preventif, korektif dan rehabilitatif). Optometri komunitas memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk pencegahan secara primer, sekunder dan tersier untuk gangguan penglihatan dan kelainan refraksi. Optometri komunitas didasarkan pada prinsip-prinsip pendekatan pelayanan kesehatan primer, pemerataan, keterlibatan masyarakat fokus pada sosialisasi, edukasi, pencegahan, teknologi tepat guna dan pendekatan multisektorial dalam pelayanan kesehatan mata. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam optometri komunitas yaitu jenis pemeriksaan kelainan refraksi menggunakan tentatif koreksi dan autorefraktometer serta pembuatan dan penyerahan kacamata sesuai hasil pemeriksaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melakukan pemeriksaan langsung kepada masyarakat dengan memperhatikan protokol kesehatan pada masa pandemi. Sasaran kegiatan optometri komunitas sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi yang berjumlah kurang lebih 74 orang warga. Setelah kegiatan pemeriksaan mata selesai dilaksanakan, masyarakat diberikan edukasi terkait dengan cara menjaga kesehatan mata. Kegiatan telah dilaksanakan pada hari sabtu, 19 juni 2021.
References
Darma, W. S. (2018). Penatalaksanaan Presbiopia dengan terapi bedah dan Obat-obatan. Perpustakaan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. https://perpustakaanrsmcicendo.com/2018/04/10/penatalaksanaan-presbiopia-dengan-terapi-bedah-dan-obat-obatan/
Ilyas, S. (2004). Kelainan Refraksi dan Koreksi Penglihatan. Fakultas Kedokteran UI.
Ilyas, S., & Yulianti, S. R. (2019). Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran UI.
Mutti, D. O., Mitchell, G. L., Moeschberger, M. L., Jones, L. A., & Zadnik, K. (2002). Parental myopia,Near Work, School Achievement and Children’s Refractive Error. Investigative Opthalmology and Visual Science. Investigative Ophthalmology & Visual Science, 43(12), 3633–3639. https://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2162292
Paramitasari, D., & Ratnaningsih, N. (2018). Gambaran Kelainan Refraksi Tidak Terkoreksi Pada Program Penapisan Oleh Unit Oftalmologi Komunitas Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo di wilayah kabupaten Bandung tahun 2017. In Cicendo Eye Hospital (pp. 1–10). PMN RS Mata Cicendo. https://www.cicendoeyehospital.org/index.php/component/content/article/774-gambaran-kelainan-refraksi-tidak-terkoreksi-pada-program-penapisan-oleh-unit-oftalmologi-komunitas-pusat-mata-nasional-rumah-sakit-mata-cicendo-di-wilayah-kabupaten-bandung-tahun-2
Curtin B.J. The Myopia. Philadelphia Harper & Row; 2002.
Guidline : Care of The Patient With Myopia. 2006;
Ilyas. S. Ikhtisar Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2009.
Munandar A, Khairani. Gambaran Penglihatan Lanjut Usia di Unit Pelaksana Teknis Dinas Banda Aceh. 2016;
Nuraysha Nurullah. Hubungan Antara Jenis Kelamin, Faktor Genetik, dan Aktivitas Melihat Jarak Dekat Dengan Kejadian Miopia Pada Pelajar SMK. ST Patrick di Sabah, Malaysia. 2013;
Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). No Title. 2014; American ptometric Association (AOA). Optometric Clinical Practice Singapore National Eye Centre. Astigmatism. 2014;
Spraul CW and Lang GK. Optic and refractive errors in Lang GK Opthalmology. New York; 2000.
Tiya Amalia Enira. Prevalensi dan Penyebab Kelainan Refraksi Pada Anak Usia Sekolah di Sekolah Dasar Muhammadiyah 16 Palembang. 2016;
Vaughan & Asbury. Oftalmologi Umum. Edisi 17. Jakarta: EGC; 2009.
Vaughan A. Oftalmologi Umum. Glaukoma. Optik dan Refraksi. Edisi ke17. Jakarta: EGC; 212–398 p.
Vaughan D, Asburry T R-EP and WJV&, Asbury. Oftalmologi Umum. Edisi 17. Jakarta: EGC; 2012. 382–98 p.
Wedner SH, Ross DA, Todd J MS, DJ KNT. Myiopia in Secondary school Students in Mwanza City Tanzania: the Need a national screening programe. Britis J Opthamology. 2002;86:1200-1206.